Kebijakan Abu Bakar Saat Menjadi Khalifah


Khulafaur Rasyidin Abu Bakar Ash-Shiddiq ra
 

Pidato Abu Bakar setelah menjadi khalifah

Selepas dibaiat, Abu Bakar mulai berpidato setelah memuji Allah Pemilik segala pujian, “‘Amma ba’du, para hadirin sekalian sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik, maka jika aku berbuat kebaikan bantulah aku. Dan jika aku beritndak keliru maka luruskanlah aku. Kejujuran adalah amanah, sementara ddusta adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan haknya kepadanya Insya Allah. Sebaliknya, siapa yang kuat di antara kalian maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah akan timpakan mereka kehinaan, dan tidaklah suatu kekejian tersebar di tengah suatu kaum kecuali adzab Allah akan ditimpakan kepada seluruh kaum tersebut. Patuhilah au selama aku mematuhi Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mematuhi keduanya maka tiada kewajiban taat atas kalian terhadapku. Sekarang berdirilah kalian untuk melaksanakan sholat semoga Allah merahmati kalian.”

Sanad ini shahih, adapun ungkapannya, ‘Sesungguhnya Aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik’ adalah bagian dari ketawadhu’an beliau. Sebab mereka seluruhnya sepakat bahwa beliaulah yang terbaik dan termulia.

Hal-Hal yang dilakukan Abu Bakar ketika menjadi Khalifah.

(1) Mengirim kembali pasukan Usamah bin Zaid

Sebelumnya Rasulullah saw telah memerintahkan pasukan Usamah agar berjalan menuju tanah al-Balqa yang berada di Syam, persisnya di tempat terbunuhnya Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Ibnu Rawahah. Dengan misi agar pasukan Usamah segera menaklukan wilayah tersebut. Maka berangkatlah pasukan Usamah ke Jurf dan mendirikan perkemahan di sana. Di antara pasukan tersebut terdapat Umar bin al-Khathab da nada pula yang mengatakan Abu Bakar ash-Shiddiq ra turut pula di situ, namun Rasulullah saw mengecualikannya agar menjadi imam shalat.

Ketika Rasulullah saw sakit mereka masih berdiam di Jurf, persis setelah Rasulullah saw wafat maka menjadi keadaan kacau balau. Kemunafikan mulai kelihatan di Madinah. Bahkan tidak sedikit dari suku-suku Arab sekitar Madinah yang murtad keluar dari Islam. Ditambah lagi sebagian dari mereka tidak mau membayar zakat kepada Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Dan ketika itu sahalat Jum’at tidak lagi didirikan kecuali di Mekkah dan Madinah. Tersebutlah sebuah kota bernama Juwatsan di Bahrain. Kota ini termasuk kota pertama kali yang mendirikan shalat Jum’at setelah situasi agak tegang dan orang-orang kembali kepada kebenaran, sebagaimana yang termaktub dalam Shahih al-Bukhari.

Di antara negeri yang tetap istiqomah di atas Islam adalah negeri Tsaqif di Thaif mereka tidak lari dan tidak pula murtad. Ketika berbagai masalah besar terjadi, banyak orang-orang mengusulkan kepada Abu Bakar agar menundan keberangkatan pasukan Usamah, karena umat membutuhkan mereka untuk mengatasi masalah yang lebih penting. Dengan alas an bahwa pasukan yang disiapkan Nabi tersebut sebelumnya dipersiapkan ketika Negara Islam Madinah dalam kondisi aman. Termasuk di antara orang-orang yang mengajukan usul tersebut adalah Umar, ia mengusulkan penundaan keberangkatan pasukan Usamah itu. Namun Abu Bakar ash-Shiddiq ra dengan tegas menolak saran tersebut, bahkan ketika Abu Bakar bersiap-siap memeberangkatkan pasukan Usamah, sebagian anshar berkata kepada Umar, “Katakan padanya agar mengganti dan tidak menunjuk Usamah sebagai pimpinan kita, maka Umar segera melaporkan hal itu kepada Abu Bakar. Maka diceritakan bahwa Abu Bakar menarik janggut Umar dan berkata, “Payah-payah ibumu mengandungmu wahai Umar bin al-Khatthab, bagaimana mungkin aku mengganti pimpinan yang telah ditunjuk oleh Rasulullah saw. Kemudian Abu Bakar segera bangkit dan berjalan sendiri menuju Jurf untuk memeriksa pasukan Usamah dan memerintahkan mereka untuk mulai berjalan, sementara beliau turut berjalan bersama mereka. Waktu itu, Usamah menaiki kendaraan dan Abdurrahman memegang tali kekang unta Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Usamah berkata, “Wahai khalifah Rasulullah saw, naiklah ke atas kendaraan ini dan aku turun!” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah aku tidak akan naik dan engkau tidak boleh turun!” Setelah itu Abu Bakar memohon agar Umar bin al-Khattab dibebastugaskan untuk menemaninya di Madinah, sebelumnya Umar termasuk satu dari anggota pasukan Usamah, maka Usamah pun mengabulkannya. Setelah peristiwa ini tidak pernah umar bertemu dengan Usamah kecuali aka mengucapkan salam kepadanya, “Asalamu’alaika ya Amir”

Beliau berpendapat harus tetap menyegerakan keberangkatan pasukan Usamah. Sampai-sampai beliau bersumpah, “Demi Allah Aku tidak akan melepas buhul yang telah diikat oleh Rasulullah saw walupun burung menyambar kita dan seluruh binatang buas di sekitar Madinah menyerang kita, bahkan sekalipun anjing-anjing mengejar kaki-kaki Ummuhatul Mukminin (istri-istri Rasulullah saw) aku akan tetap menjalankan misi pasukan Usamah. Dan aku akan memerintahkan agar orang-orang tetap berjaga di sekitar Madinah.

(2) Mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur’an

Abu Bakar ash-Shiddiq ra mengirim kepadaku surat tentang orang-orang yang terbunuh di perang Yamamah, ketika aku mendatanginya, kudapati Umar bin al-Khaththab berada di sampingnya, maka Abu Bakar berkata, “Umar mendatangiku dan berkata, “Sesungguhnya banyak para Qurra’ penghafal Al-Qur’an yang telah gugur dalam peperangan Yamamah. Aku takut jika para Qari’ yang masih hidup kelak terbunuh dalam peperangan, akan mengakibatkan hilangnya sebagian besar dari ayat-ayat Al-Qur’an, menurut pendapatku, engkau harus menginstruksikan agar segera mengumpulkan dan membukukan al-Qur’an.” Aku bertanya kepada Umar, “Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah saw?” Umar menjawab, “Demi Allah, ini adalah kebaikan!” Dan Umar terus menuntutku hingga Allah melapangkan dadaku untuk segera melaksanakannya, akhirnya akupun setuju dengan pendapat Umar.

Zaid bin Tsabit berkata, “Kemudian Abu Bakar berkata padaku, “Engkau adalah seorang pemuda yang jenius, berakal dan penuh amanah, dan engkau telah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah saw, maka carilah seluruh ayat Al-Qur’an yang berserakan dan kumpulkanlah.” Berkata Zaid, “Demi Allah jika mereka memerintahkan aku untuk memikul gunung tentulah lebih ringan bagiku daripada melaksanakan instruksi Abu Bakar agar aku mengumpulkan al-Qur’an.” Aku bertanya, “Bagaimana kalian melakukan sesuatu perbuatan yang tidak diperbuat Rasulullah saw. Dia berkata, “Demi Allah ini adalah suatu kebaikan!” Dan Abu Bakar terus berusaha meyakinkan aku hingga akhirnya Allah melapangkan dadaku untuk menerimanya sebagaimana Allah melapangkan dada mereka berdua Maka aku mulai mengumpukan tulisan-tulisan al-Qur’an yang ditulis di daun-daunan, kulit maupun dari hafalan para penghafal al-Qur’an, hingga akhirnya aku menemukan akhir surat at-Taubah yang ada pada Abu Khuzaimah al-Anshari, yang tidak kudapatkan dari selainnya, yaitu ayat:

“Sesungguhnya telah dating kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu.” (At-Taubah: 128). Hingga akhir surat al-Bara’ah. Kemudian al-Qur’an yang telah dikumpulkan dan dibukukan itu disimpan oleh Abu Bakar hingga Allah mewafatkannya. Setelah itu berpindah ke tangan Umar sewaktu hidupnya, dan akhirnya berpindah ke tangan Hafshah binti Umar.

Imam al-Bukhari berkata, Ibnu syihab berkata, Telah berkata kepadaku Kharijah bin Zaid bin Tsabit, bahwasanya dia mendengar Zaid berkata, “Aku telah mendapatkan satu ayat dari surat al-ahzab ketika kami menulis al-Qur’an ke dalam satu mushaf, sementara aku pernah mendengarkan Rasulullah saw membacanya, akhirnya ayat tersebut kami cari dan ternyata ayat tersebut ada pada Khuzaimah bin Tsabit al-anshari. “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah.” (Al-Ahzab:23). Maka segera kami sisipkan ke tempatnya di dalam mushaf.

(3) Menumpas nabi-nabi palsu.

(4) Memerangi orang-orang murtad dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat.

(5) Memperluas wilayah dakwah Islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Sang Kakek

Media Penyimpanan Data

Macam-Macam Sistem Operasi Komputer