Nikmat Turunnya Hujan
Nikmat Turunnya Hujan
Hujan adalah peristiwa
turunnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi. Hujan merupakan salah
satu nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang tinggal di bumi. Hujan
sangat penting bagi kelangsungan hidup di bumi. Dengan adanya hujan, tempat
yang tandus menjadi subur dan menjadi habitat beberapa hewan dan tumbuhan.
Dengan adanya hujan, tumbuh-tumbuhan di permukaan bumi menghasilkan buah yang
enak dimakan dan bungan yang harum baunya. Namun, di antara kita masih ada yang
menganggap hujan adalah hal yang biasa saja di dunia ini. Bahkan, ada yang
menganggap hujan adalah suatu hal yang mendatangkan bencana alam seperti banjir
dan erosi lahan. Bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim dengan
keberadaan hujan?
Allah
SWT menjelaskan proses terjadinya hujan dalam Surah An Nuur ayat 43 yang
artinya:
Tidakkah
kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara
(bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatan
olehmu"hujan" keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan
(butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti)
gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan
kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Firman
Allah di atas menjelaskan proses terjadinya hujan yang berawal dari awan yang
saling bertindihan. Kemudian butiran-butiran es atau air keluar dari celah awan
yang menggumpal dan turun ke permukaan bumi. Hujan juga disertai kilat, yaitu
cahaya mengkilau yang hampir menghilangkan penglihatan. Firman Allah tersebut
sangat sesuai dengan proses terjadinya hujan yang dijelaskan secara ilmiah.
Allah
ta’ala berfirman dalam Surah Al A’raaf ayat 57 yang artinya:
Dan Dialah
yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan
rahmat-Nya ("hujan"); hingga apabila angin itu telah membawa awan
mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan
"hujan" di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab angin itu
pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang
telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
Ayat tersebut menjelaskan
bahwa hujan adalah rahmat Allah dan kabar gembira bagi hamba-Nya. Daerah yang
tandus menjadi subur karena turunnya hujan. Kemudian, di daerah tersebut tumbuh
tanaman-tanaman yang menghasilkan buah-buahan. Berbagai macam peristiwa yang
berkaitan dengan hujan seperti siklus hujan, macam-macam hujan, dan intensitas
hujan, hendaknya dijadikan suatu pelajaran bagi hamba-Nya yang beriman.
Hujan
sangat bermanfaat dalam segala bidang kehidupan. Tidak hanya untuk pertanian,
tetapi juga untuk peternakan. Selain itu, berbagai macam hasil bumi dapat
diperoleh dengan adanya hujan. Hujan juga merupakan tanda kekuasaan Allah SWT
dalam mengatur kehidupan di muka bumi ini. Allah ta’ala berfirman dalam Surah
An Nahl ayat 10 dan 11 yang artinya:
Dia-lah
yang telah menurunkan air "hujan" dari langit untuk kamu, sebagiannya
menjadi minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat
tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air
"hujan" itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam
buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Lalu, mengapa banyak
bencana alam yang terjadi akibat hujan? Dan mengapa beberapa orang menganggap
hujan yang turun dengan deras sebagai bencana?
Allah ta’ala berfirman
dalam surah Ar Rum ayat 41: Telah tampak
kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka
merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan
yang benar)
Bencana alam yang
diakibatkan oleh hujan sebenarnya adalah dampak dari perilaku manusia yang
tidak menjaga dan merawat lingkungannya dengan baik. Contoh sederhana adalah
banjir yang menggenangi kota-kota besar di Indonesia. Berbagai upaya telah
dilakukan seperti memperbaiki saluran air, melakukan pengerukan sungai untuk
mencegah pendangkalan, dan pembebasan daerah aliran sungai. Namun, upaya
tersebut sia-sia jika masih ada pihak yang tidak peduli dengan lingkungan
seperti membuang sampah sembarangan dan membangun rumah di daerah aliran
sungai. Intinya, segala kerusakan yang ada di permukaan bumi adalah akibat dari
perbuatan manusia yang sewenang-wenang.
Allah SWT berfirman dalam
surah Al Furqon ayat 40 yang artinya: Dan sesungguhnya Kami telah
mempergilirkan"hujan" itu di antara manusia supaya mereka mengambil
pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali
mengingkari (nimat).
Banyak orang yang
menganggap hujan sebagai suatu fenomena alam yang biasa saja. Mereka menganggap
bahwa hujan hanyalah peristiwa turunnya butiran air ke permukaan bumi semata.
Hal tersebut menyebabkan mereka mengingkari nikmat turunnya hujan. Padahal,
hujan adalah salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Melalui
hujan, Allah menunjukkan tanda kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, kita patut
mensyukurinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak doa ketika turun hujan.
Tindakan
apa saja yang dapat kita lakukan dalam rangka mensyukuri nikmat hujan ini?
Berikut ini contohnya:
1. Merawat
lingkungan dengan baik. Pastikan lingkungan tempat tinggal kita bersih dan
nyaman untuk ditinggali. Saluran air di dekat tempat tinggal juga dibersihkan
agar tidak menimbulkan genangan air saat hujan.
2. Menanam
pohon. Air hujan akan tersimpan dengan baik di dalam tanah jika kita menanam
banyak pohon. Air hujan juga tidak mengalir begitu saja ke sungai, tetapi
ditahan oleh akar-akar pohon.
3. Tidak
membuang sampah ke saluran air. Sampah yang menumpuk di sungai membuat aliran
air terhambat. Selain itu, pendangkalan sungai akibat pembuangan sampah
sembarangan menyebabkan banjir cepat terjadi ketika hujan deras tiba. Perlu
usaha dari kita untuk mengajarkan masyarakat membuang sampah dengan benar.
4. Tidak
boros dalam menggunakan air. Gunakan air seperlunya karena tidak hanya kita
yang menggunakan air. Dengan menggunakan air secara bijak, menyadarkan kita
bahwa masih banyak saudara-saudara kita di pelosok daerah yang kesulitan air
bersih.
Semoga
kita selalu diberikan nikmat oleh Allah SWT berupa hujan, sehingga kehidupan
kita berjalan dengan baik dan penuh keberkahan. Amiin….
Komentar
Posting Komentar