Perang Yarmuk
Perang Yarmuk
Romawi adalah nama sebuah kerajaan. Kerajaan itu memerintah di Eropa dan Asia. Mesir, Suriah dan Palestina masuk dalam jajahan Romawi. Kerajaan ini dibagi dua, yakni Romawi Barat yang berkedudukan di Roma. Dan Romawi Timur yang berkedudukan di Konstantinopel di bawah asuhan Colorius. Romawi dan Persia mengetahui bahwa Islamlah yang akan merubuhkan kerajaan mereka itu, karena itu mereka berusaha agar Islam itu hilang kekuatannya. Kerajaan Romawi dan Persia selalu menyediakan tentara untuk memerangi kaum Islam.
Khalifah Abu Bakar mengetahui keadaan yang demikian itu. Karena hal tersebut, ia menyediakan tentara yang dikepalai Khalid bin Sa’id untuk memerangi Romawi di Syam. Maka tentara itu berangkat menuju Syam. Sewaktu tentara Islam sampai disana, tiba pula bantuan Hiraqla (raja Romawi) dengan tentara yang amat banyak. Dan tidak berapa lama sesampainya tentara Khalid di syam, terjadilah pertempuran yang hebat. Maka Sa’id meminta bantuan kepada Abu Bakar supaya mengirim bala bantuan.
Persediaan Tentara Untuk Menaklukkan Syam
Tatkala diterima oleh Abu Bakar surat dari Khalid pada tahun 12 Hijriah yang meminta bantuan tentara, Abu Bakar menyuruh menyiapkan tentara itu. Lalu tentara bantuan tersebut dikirim ke empat tempat, yaitu:
- Ke Palestina yang dipimpin oleh Umar bin Ash
- Ke Ardan yang dipimpin oleh Syahrubil bin Hasnah
- Ke Bulkan yang dipimpin oleh Yazid bin Abi Sofyan dan Mu’awiyah
- Ke Homs yang dipimpin oleh Amir bin Al Jarah.
Berkumpul di Yarmuk
Tentara Islam yang dikirim Abu Bakar berkumpul di Yarmuk dan kepala-kepala Islam mengabarkan keadaan yang demikian. Dan mereka meminta kepadanya, supaya dikirimkan bala bantuan.
Permintaan itu diterima oleh Abu Bakar dengan menyuruh Khalid bin Walid untuk pindah ke Syam dengan tentara 10.000 Orang. Di tengah jalan, banyak negeri yang ditaklukkannya. Tentara yang berada di Iraq yang dikepalai oleh Hasna bin Warisah Asyayaibana. Adapun Hiraqla, ketika dia mengetahui tentara Islam telah siap sedia di Yarmuk, maka dengan buru-buru ia mengirim tentara ke sana yang berjumlah 240.000 orang.
Peperangan di Yarmuk
Setelah Khalid sampai di Yarmuk, dia mengatur tentara itu ke dalam beberapa pasukan. Setiap pasukan dikepalai oleh seorang kepala, dan kepadanya diberikan bendera peperangan. Sebelum mengadakan serangan kepada musuh, lebih dahulu Khalid memberi amanat diantaranya: menyuruh bersatu. Dengan persatuan itulah mereka akan mendapat kemenangan dan seterusnya, Khalid mengatakan lebih baik mati syahid daripada mundur. Setelah cukup persediaan, maka tentara Islam mulai menyerang. Serangan itu dibalas oleh tentara Romawi dengan hebat dan dahsyat. Pada awalnya tentara Islam mundur, namun kemudian Khalid memberi pelajaran yang mengandung pelajaran hati keberanian, kesabaran dan persatuan dalam perjuangan. Mendengar semua itu, muncullah semangat kaum Islam. Lalu mereka menyerang hingga tentara Romawi tercerai-berai. Beribu orang mati terbunuh.
Sahid Yarmuk
Kaum Islam yang mati syahid dalam peperangan Yarmuk sebanyak 30.000 orang. Ikrimah bin Abu Jahal adalah salah seorang pahlawan Islam yang berani dan berkemauan tetap. Pada waktu dia meninggal dunia, terdapat 70 bekas luka pada badannya.
Komentar
Posting Komentar