Pemain Nakal Sepak Bola Eropa

TUKANG JAGAL

Sejak beberapa tahun lalu, FIFA maupun UEFA menerapkan aturan tegas pada setiap pelaku pelanggaran keras dalam perandingan sepak bola. Misalnya, menyikut. Apabila dilakukan dengan sengaja akan langsung diberi kartu merah.

Bahkan Wayne Rooney (Inggris) tidak bisa tampil dalam dua pertandingan awal grup D karena hukuman tambahan akibat aksi kerasnya pada pertandingan kualifikasi.

Namun, untuk sebagian pemain, mereka punya trik untuk mengasari lawannya tanpa harus kena kartu merah atau setidaknya hanya kena peringatan. Berikut pemain yang berpotensi kasar.

1. Mario Balotelli (Penyerang/Italia)



Tidak hanya kasar di dalam lapangan, Balotelli juga suka berulah di luar lapangan. Pernah dia masuk sebagai pemain pengganti dan berhasil mencetak gol dalam satu menit pertama penampilannya. Namun, satu menit kemudian dia sudah harus keluar lapangan karena mendapat kertu merah dari wasit. Meski nakal, Balotelli adalah pemain yang bertalenta. Roberto Mancini adalah pelatih yang bisa mengendalikannya sehingga bisa memaksimalkan dia untuk mengantarkan Manchester City menjadi juara Premier League musim 2011/2012. Sebelumnya, Jose Mourinho tidak memakainya saat masih melatih Inter Milan.

2. Nigel de Jong (Gelandang/Belanda)




Dalam Final piala dunia 2010, de Jong dikartu merah setelah menerima kartu kuning kedua pada babak perpanjangan waktu. Salah satu pelanggaran kerasnya saat itu adalah ketika dia melepaskan satu tendangan kungfu ke dada gelandang Spanyol, Xabi Alonso. Total, selama Piala Dunia 2010, dia mendapat empat karu kuning dan satu kartu merah. Saking kerasnya, beberapa pemain sampai mengalami retak tulang akibat digasak jebolan akademi Ajax Amsterdam itu. Di antaranya pemain Bolton Wanderers, Stuart Holden dalam pertandingan pada Maret 2010.

3. John Terry (Bek/Inggris)


Tidak ada yang meragukan kemampuan bek tangguh tim Inggris ini. Pintar membaca serangan lawan dan tangguh dalam dalam duel bola atas. Meski demikian, dia sering berbuat aneh dengan pelanggaran kerasnya yang tidak perlu. Contohnya saat dia  menendang Alexis Sanchez pada semifinal liga Champions sehingga dia kertu merah. Beruntung saat itu Chelsea bisa melaju ke Final dan akhirnya juara.

4. Mark van Bommel (Gelandang/Belanda)

Pemain yang pernah membela klub-klub papan atas eropa ini dikenal tidak kenal kompromi. Dia tak segan menebas kaki penyerang lawan jika dia menjadi pemain terakhir di area pertahanannya. Sikutnya juga kerap nyasar ke wajah atau bagian tubuh yang membahayakan lawan. Lionel Messi pernah menjadi korban "kekejamannya" dalam perempatfinal Liga Cahmpions.

5. Nicklas Bendtner (Penyerang/Denmark)



Permainan Bendtner sebenarnya tidak kasar. Namun, ucapannya yang tidak terkendali membuat dia sebagai salah seorang pemain yang paling dibenci. Arsenal sampai-sampai menyewa seorang psikolog secara khusus untuk menangani Bandtner itu. Sampai mereka memutuskan untuk meminjamkan dia ke Sunderland.

PEMAIN LICIK 

Sepak bola selalu berusaha semanusiawi mungkin dalam menjalankan pertandingannya. Karena itu, teknologi tayangan ulang tidak digunakan dalam penentuan keputusan dalam satu pertandingan. Padahal, pengamatan wasit ada kalanya tertipu oleh aksi-aksi teatrikal pemain. Itu membuat beberapa pemain melakukan aksi fiving. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan pinalti atau membuat pemain lawan kena kartu merah ataupun kartu kuning. Berikut pemain yang memiliki track record sebagai tukang diving:

1. Cristiano Ronaldo (Penyerang/Portugal) 

Defender lawan harus berhati-hati ketika menjaga Ronaldo. Bek Sevilla pernah merasakan dampak dari kasi teatrikal Ronaldo. Dalam lanjutan Liga Premiera, dia menjatuhkan diri di kotak pinalti meski tayangan ulang terlihat bek Sevilla tidak cukup keras melanggarnya. Dengan kecepatan tinggi, Ronaldo seolah-olah dilanggar secara keras sehingga wasit memberikan hadiah pinalti kepadanya.

2. Pepe (Bek/Portugal) 

Saat emosi, Pepe bisa menjadi pemain yang super tega. Pernah dia dengan sengaja menginjak tangan Lionel Messi setelah menjatuhkannya. Dia juga pemain yang pintar bersandiwara. Pada semifinal Liga Champions 2011-2012 melawan Bayern Muenchen, dia berguling-guling di lapangan seperti orang kesakitan setelah bersenggolan dengan Franck Ribery. Padahal dalam tayangan ulang jelas terlihat benturan yang terjadi hanya ringan.

 

3. Arjen Robben (Penyerang/Belanda)

 Saat memperkuat Chelsea, dia pernah berpura-pura sakit sambil memegang leher setelah berbenturan dengan penjaga gawang Liverpool Pepe Reina. Namun, kenyataannya tidak ada masalah serius. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga dia memperkuat Bayern Muenchen. Memiliki kecepatan yang bagus membuatnya bisa terlihat dilanggar secara kereas ketika  berakselerasi meski tersentuh sedikt saja. 

4. Sergio Busquets (Gelandang/Spanyol) 

Pada semifinal Liga Champions 2010-1011, sandiwara Busquets membuat pemain Inter Milan Thiago Motta diganjar kartu merah. Saat itu Busquets yang berusaha merebut bola dari penguasaan Motta tiba-tiba mengerang kesakitan, berguling-guling di lapangan sambil memegang wajah. Dia seolah-olah disikut Motta, padahal tidak. Wasit pun tanpa ampun mengusir Motta dari pertandingan.

5. Ashley Young (Gelandang/Inggris)

Muda, tapi sudah lihai dalam urusan diving. Salah satu aksi sandiwaranya yang berhasil mengecoh wasit adalah saat Manchester United berhadapan dengan Everton pada lanjutan Premier League. Dia juga pernah melakukan hal serupa saat melawan Queens Park Rangers dan mantan klubnya, Aston Villa, musim lalu.

 

Komentar

  1. Berita http://bit.ly/1gsgmYT mengabarkan bahwa Balotelli merindukan fans Manchester City. Apakah ini bukti Balotelli ingin kembali ke Manchester.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Sang Kakek

Media Penyimpanan Data

Macam-Macam Sistem Operasi Komputer