Kisah Singkat Imam Syafi'i
Imam Syafi’I dan Kejujurannya
Imam Syafi’I diutus oleh ibunya pergi ke Madinah untuk menuntut ilmu dari gurunya yang mulia dan utama. Saat itu, dia masih kecil untuk pergi ke Madinah. Sang ibu berpesan kepadanya untuk selalu jujur dalam segala keadaan, jangan sampai lisannya mengucapkan kata-kata dusta betapapun payahnya.
Mam Syafi’I berangkat bersama khalifah dagang menju Madinah setelah diberi perbekalan dan uang yang jumlahnya 60 dinar oleh ibunya. Di tengah perjalanan, mereka dicegat sekawanan perampok. Mereka merampas harta dan perbekalan khalifah itu. Ketika Imam Syafi’I dihadapkan kepada kepala perampok, bertanyalah sang perampok kepadanya, “Hai anak kecil! Berapa uang yang kau bawa?”
Imam Syafi’I menjawab, “Enam puluh dinar.”
Mendengar jawaban Imam Syafi’I, tertwalah kepala perampok itu dan tertawa pula sekawanan perampok di sekitarnya. Kepala perampok itu berkata heran, “Apa masuk akal, hai anak kecil bahwa kamu membawa uang enam puluh dinar? Tinggalkan dia! Dia hanya mengigau.”
Kemudian sekawanan perampok itu membiarkan Imam Syafi’I dan kafilah itu beranjak pergi meninggalkan mereka.
Hikmah dari kisah ini: Tetaplah berkata jujur dimana dan kapan pun, karena Allah SWT selalu bersama kita dan menjaga kita dari segala macam bahaya.
Komentar
Posting Komentar