Kisah Singkat Imam Al Ghazali

Keteguhan Hati Imam Al Ghazali

Imam Al Ghazali lahir di kota Gazalah, Iran bagian utara. Ayahnya seorang pemintal benang tenun. Ayanhnya bercita-cita agar Imam Al Ghazali menjadi orang yang berilmu.

Imam Al Ghazali sangat gemar menuntut ilmu. Ketika beranjak remaja, Imam Al Ghazali belajar kepada Ahmad bin Muhammad Razkafi. Ulama inilah yang telah mengajarkan Imam Al Ghazali tentang Al-Qur’an, hadis, dan fiqih.

Imam Al Ghazali seorang murid yang cerdas. Imam Al Ghazali fasih membaca Al-Qur’an, banyak hafal hadis dan tahu banyak hukum Islam pada waktu singkat.

Imam Al Ghazali melanjutkan pendidikannya ke kota Jurjan. Imam Al Ghazali belajar  di sekolah yang dipimpin oleh Abu Nasar Ismail, seorang ulama besar.

Setelah tiga tahun belajar, Imam Al Ghazali kembali ke kotanya. Dalam perjalanan pulang, ia dihadang oleh segerombolan perampok.

“Hai, kau! Serahkan hartamu!” hardik seorang perampok.

“Aku tidak memiliki harta kecuali pakaian dan kitab-kitab ini. Ambillah semua pakaianku, asal jangan kitab-kitabku karena di sana banyak terdapat ilmu.” Jawab Imam Al Ghazali.

“Buat apa ilmu jika hanya ada di kitab.” Kata salah seorang perampok.

Mereka akhirnya membakar semua kitab-kitab da pakaian milik Imam Al Ghazali karena mereka merasa tak menemukan barang berharga.

Imam Al Ghazali bersedih. Dari peristiwa tersebut, akhirnya ia sadar bahwa ilmu sebaiknya memang di kepala bukan di kitab. Imam Al Ghazali pun meneguhkan hatinya untuk menghafal seluruh catatannya.

Imam Al Ghazali kemudian menjadi seorang yang sangat ahli dalam berbagai bidang.
sumber; PAi untuk kelas 6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Sang Kakek

Media Penyimpanan Data

Macam-Macam Sistem Operasi Komputer