Lika-liku di Asrama PPKU IPB
Sekarang aku adalah seorang mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor. Selama satu tahun, aku diwajibkan untuk tinggal di asrama. aku merasa senang tinggal di asrama. Selain mendapat teman baru, aku pun mendapat pengalaman baru yang belum pernah kudapat sebelumnya. Tinggal di asrama memiliki cerita tersendiri, mulai dari mencari makan, belajar, dan mengerjakan tugas bersama. Hidup di asrama juga melatih diri kita untuk pandai dalam mengatur waktu dan keuangan. Jangan sampai waktu yang kita miliki hilang sia-sia. Jangan sampai pula, uang kita habis untuk hal-hal yang tidak penting. Intinya, kehidupan di asrama melatih diri kita untuk hidup mandiri dan peduli dengan keadaan teman kita.
Membeli makanan adalah hal yang tidak mudah. Dulu aku membayangkan bahwa letak warung nasi tidak jauh dari asrama. Ternyata, letak warung nasi cukup jauh dan melelahkan. Ada dua tempat yang biasa kukunjungi untuk membeli makanan. Pertama ada di Red Corner dan kedua ada di warung nasi “Konoha”. Kedua tempat itu memamg ramai ketika jam pulang kuliah ataupun jam-jam makan. Untuk menuju ke sana, aku biasa jalan kaki. Bentuk jalan yang mendaki membuat aku cepat lelah sebelum sampai ke tempatnya. Hal itu membuatku malas untuk membeli makan, sehingga aku membeli dua bungkus nasi untuk dimakan sekarang dan dimakan di waktu berikutnya. Tidak hanya aku yang malas untuk membeli makan, beberapa temanku juga mengalami hal yang sama. Jika banyak tugas yang belum diselesaikan, aku dan teman-temanku malas untuk membeli makan. Aku merasa waktuku hilang sia-sia hanya untuk jalan kaki membeli makan dan kembali ke asrama, belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengantri. Aku pernah mengantri selama lima belas menit hanya untuk membeli sebungkus nasi. Keadaan itu membuatku agak kesal, tetapi aku juga harus tahu bahwa tidak hanya aku yang membeli makan. Banyak penghuni asrama yang butuh makan dan perlu usaha untuk mendapatkannya. Ketika hujan deras, waktu membeli makan menjadi tertunda. Hujan yang disertai petir dan angin kencang membuatku takut untuk pergi membeli makan. Aku harus kuat menahan rasa lapar sampai hujan reda. Dari pengalamanku itu, aku mengambil suatu kesimpulan bahwa kita harus mengahargai makanan dan jangan membuangnya.
Rasa peduli terhadap orang lain juga dilatih di asrama. Misalnya, ketika hendak menggunakan kamar mandi. Kamar mandi adalah milik bersama. Kita tidak boleh berlama-lama menggunakan kamar mandi dan hemat dalam menggunakan air. Ketika mendekati jam-jam berangkat kuliah, kamar mandi terisi penuh. Aku mencari kamar mandi yang kosong ke lorong sebelah. Ternyata di sana juga tidak ada kamar mandi yang kosong. Perlu kesabaran dalam menunggu orang yang berada di dalam kamar mandi untuk keluar. Tidak hanya aku yang menunggu, tetapi ada dua atau tiga orang dari lorong sebelah yang menunggu. Selain tidak berlama-lama dalam menggunakan kamar mandi, kita juga harus hemat dalam menggunakan air. Ketika mandi, kita tidak boleh seenaknya menggunakan air secara berlebihan. Begitu pula ketika mencuci, kita harus menggunakan air secukupnya.
Aku pernah merasakan arti penting dari adanya air dan dampak ketika tidak ada air. Pada suatu hari, air di asrama mendadak tidak mengalir pada jam tujuh pagi. Kamar mandi di lorong lainnya mengalami hal yang sama. Semua penghuni asrama merasa panik karena sebentar lagi mereka akan berangkat kuliah. Aku tetap menunggu sampai air kembali mengalir. Namun, beberapa penghuni asrama yang lain tetap nekat untuk mandi dengan air seadanya. Ada yang hanya mencuci muka atau menggosok gigi. Bahkan, ada yang terpaksa mencuci muka menggunakan air galon. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya air kembali mengalir. Walaupun waktu masuk kuliah sudah sangat mepet, aku memberanikan diri untuk mandi seperti biasa. Dari kejadian itu aku mendapatkan pelajaran bahwa air adalah hal yang utama dalam kehidupan dan kita harus menggunakannya secara bijak.
Selain sikap sabar dan peduli, sikap disiplin juga dilatih di asrama. Aku harus pandai dalam mengatur waktu dalam sehari. Aku harus pandai dalam membagi waktu untuk belajar dan bermain. Semua kegiatan kita dalam sehari harus disusun dengan baik agar berjalan dengan lancar dan kita dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Jika masuk kuliah pada pagi hari, kita tidak boleh tidur terlalu larut malam. Waktu istirahat yang cukup merupakan komponen yang utama dalam mengembalikan kesegaran tubuh kita. Kurang istirahat membuat tubuh kita mudah lelah dan sulit untuk menyerap materi yang diterangkan di dalam kelas. Ada salah satu aturan di asrama yang isinya kita tidak boleh kembali ke asrama melebihi jam sembilan malam. Jika kita kembali ke asrama melebihi jam sembilan malam, nama kita dicatat di buku pelanggaran. Aku pernah sekali dicatat di buku pelanggaran itu dan hanya diberi peringatan secara lisan. Kalau sudah berulang kali melanggar aturan, KTM bisa disita dan kita harus membuat surat untuk mengambilnya.
Hidup di asrama memang ada senang dan susahnya. Segala kesulitan dan kendala yang ada, membuat diri kita semakin terlatih untuk hidup mandiri dan kuat dalam menghadapi tantangan. Sikap bijak diperlukan agar kita dapat menggunakan kesempatan secara baik dan tidak sia-sia.
Komentar
Posting Komentar