Penyakit dan Ikhtiar Berobat

Penyakit dan Ikhtiar Berobat

Dalam perjalanan hidupnya menuju ketakwaan kepada Allah SWT, manusia tidak pernah luput dari musibah dan cobaan. Keimanan seseorang akan diuji dan ditempa dengan berbagai ujian dan cobaan. Dari sinilah kualitas manusia akan tampak. Beruntunglah orang-orang yang memilih kesabaran sebagai pegangan karena merekalah yang mendapatkan janji Allah SWT sebagaimana firman-Nya, “Dan beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”...(QS Al Baqarah ayat 155).

Cobaan yang Allah SWT berikan kepada manusia salah satunya yaitu penyakit. Manusia terkadang lalai dengan nikmat sehat yang telah Allah berikan. Bahkan, manusia sering melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat ketika tubuhnya dalam kondisi yang sehat. Melalui penyakit, manusia diingatkan kembali kepada nikmat kesehatan. Manusia akan kembali sadar bahwa nikmat kesehatan yang telah Allah SWT berikan sangat mahal harganya hingga kita tidak sanggup untuk menghitungnya. Walaupun mengalami cobaan berupa penyakit, kita tidak boleh berputus asa terhadap kondisi yang terjadi. Kita harus berikhtiar untuk sehat kembali seperti kondisi semula.

Lalu, bagaimana cara yang dapat kita lakukan sebagai ikhtiar dalam berobat? Berikut penjelasannya: 

1. Segera berobat ketika merasakan sakit 

Rasulullah SAW bersabda: “Berobatlah kalian maka sesungguhnya Allah tidak mendatangkan penyakit kecuali mendatangkan juga obatnya. Selain satu yang tidak ada obatnya yaitu tua.” (HR. At Tirmidzi)

Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik obat yang telah diketahui maupun yang belum diketahui orang, kecuali penyakit maut.” (HR. Hakim).

Dua hadis diatas menjelaskan kepada  kita bahwa setiap penyakit yang Allah berikan kepada manusia pasti ada obatnya. Manusia telah mengembangkan berbagai obat yang cocok untuk mengatasi berbagai penyakit sesuai dengan perkembangan zaman. Obat-obat tersebut berasal dari bahan-bahan alami, buatan, ataupun perpaduan keduanya. Selain itu, masih banyak obat-obatan yang belum diketahui oleh banyak orang sehingga berbagai upaya penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan obat yang baru. Hadis tersebut juga menjelaskan kepada kita bahwa tua dan kematian tidak dapat dihambat dengan obat.

2. Jangan berobat dengan sesuatu yang haram

Meskipun berobat itu diperintahkan oleh agama, tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal. Tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram atau najis menjadi obat. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu, pada apa-apa yang diharamkan atasmu.” (HR. Thabrani dari Ummu Salamah).

3. Sakit adalah cobaan dari Allah SWT 

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, bersabda: “Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, kesusahan, kesedihan, penyakit, gangguan, sehingga menumpuk pada dirinya banyaknya, kecuali Allah hapuskan akan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini memberitahukan kepada kita bahwa penyakit adalah suatu cobaan yang Allah SWT berikan kepada seorang muslim. Allah SWT akan menghapus dosa-dosa seorang muslim yang mengalami penyakit. Hal ini merupakan motivasi dan semangat kita untuk dapat pulih dari penyakit yang menimpa kita.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bila Allah mencintai suatu kaum, diujinya dengan berbagai cobaan. Siapa yang ridha menerimanya, akan memperoleh keridhaan Allah. Dan barangsiapa yang murka (tidak ridha), dia akan memperoleh kemurkaan Allah.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi). 

4. Berbaik sangka kepada Allah

Allah SWT berfirman: “Dan bila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan.” (QS. Asy Syu’ara ayat 80). Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi: “Aku senantiasa berada di samping hamba-Ku yang berbaik sangka dan aku tetap bersamanya selama dia tetap ingat pada-Ku (HR. Bukhari Muslim). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Media Penyimpanan Data

Macam-Macam Sistem Operasi Komputer

Jawaban Sang Kakek