Cerpen: Berkemah
Oleh: Ahmad Ridwan Pradana
Andi, Bagas, Hakim, dan Satria adalah murid kelas VIII. Mereka berempat adalah teman satu kelas dan sangat kompak ketika melakukan tugas kelompok. Dalam kegiatan pramuka, mereka satu regu dengan Adam dan Faras. Mereka menamakan regunya dangan regu Kobra. Tiga bulan lagi sekolah mereka akan mengadakan kemah, mereka berlatih baris-berbaris dan materi lainnya yang berhubungan dengan kemah.
Hari yang ditunggu mereka tiba. Kemah diadakan di dekat gunung yang pemandangannya indah dan udaranya sejuk. Setelah upacara pembukaan selesai, acara selanjutnya dalah berpetualang. Bagas yang bertindak sebagai ketua regu, menyiapkan anggotanya yang akan ikut kegiatan itu. “Aku pilih Andi, Hakim, Satria dan Adam sementara Faras menjaga tenda.”, kata Bagas. Setelah mendapat pengarahan dari pembina, mereka berangkat menuju pos pertama. “Ayo ikut aku! kita harus berjalan agak cepat supaya tidak tertinggal dengan yang lain.”, kata Bagas menyuruh anggotanya. Mereka melewati kebun teh yang sangat luas. Tak lama kemudian mereka sampai di pos pertama, dan selanjutnya mereka sampai di pos kedua, ketiga dan keempat. Setelah itu, mereka harus kembali ke perkemahan. Dalam perjalanan, mereka bingung karena tanda penunjuk arah tidak terlihat. “Bagaimana ini?”, kata Andi cemas. “Kita lihat dulu petunjuk yang ada, mungkin itu bisa membantu”, jawab Bagas. Karena tidak menemukan petunjuk yang ada, Bagas pun bertanya kepada anggotanya. “Apakah ada yang tahu jalan menuju perkemahan?”, tanyanya. “Mungkin belok kiri melewati jalan ini.”, kata Hakim. Setelah mempertimbangkan pendapat Hakim, Bagas setuju untuk melewati jalan itu. Ketika dalam perjalanan, muncul masalah kembali. Mereka tersesat sampai perumahan warga. Bagas bingung dan bertanya kepada warga sekitar. Tetapi, tidak ada yang tahu jalan menuju perkemahan. Karena sudah kehabisan ide, Bagas mencoba melewati jalan yang menurutnya betul. “Kita coba jalan terus melewati jalan itu.”, kata Bagas. Anggotanya setuju apa adanya. Mereka berjalan dan sampai di kebun teh yang sangat luas. Dalam perjalanan mereka lelah dan kemudian istirahat sebentar. Lalu, Satria ingat sesuatu hal. “Bukankah ini jalan yang kita lewati tadi menuju pos pertama?”, kata Satria. “Kurasa begitu.”, kata Adam. “Kalau ini jalan yang kita lewati tadi, berarti ada petunjuk jalan dari perkemahan.”, kata Satria. Semuanya senang termasuk Bagas. Kemudian mereka menemukan petunjuk jalan dari perkemahan. Mereka mengikuti petunjuk itu dan akhirnya sampai di perkemahan.
Setelah sampai di perkemahan, hati mereka menjadi lega. Walaupun regu mereka adalah regu terakhir yang sampai di perkemahan, mereka tetap senang sampai di perkemahan dengan selamat.
Komentar
Posting Komentar