Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Kisah Umar bin Khathab Masuk Islam

Luluh karena Bacaan Al Qur’an Badannya  tinggi, besar dan kekar dengan wajah yang sangar membuat orang yang melihatnya menjadi takut dan menyingkir. Siapakah dia? Dia adalah Umar bin Khattab yang sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya. Pada suatu hari ketika Umar bin Khattab sedang duduk bersama teman-temannya, tiba-tiba ada salah seorang yang datang dan berkata, “Ya Umar, sungguh aku melihat adikmu telah masuk agama Muhammad.” Mendengar kabar bahwa adiknya masuk Agama Islam, mendadak dia bangkit dari duduknya dengan wajah yang sangat marah. Dia berkata dengan nada lantang, “Aku bersumpah, akan aku cari Muhammad dan aku akan bunuh dia.” Kemudian, Umar pun berangkat dengan tergesa-gesa pulang menuju rumah untuk mengambil pedang guna membunuh Muhammad. Sesampainya di depan pintu, Umar memanggil adiknya dengan nada keras, “Hafsah, buka pintunya!” setelah memanggil adiknya beberapa kali tidak dibuka , Umar pun memaksa masuk. Betapa ia terkejut melihat adiknya sedang membaca Al Qur...

Perjuangan Kaum Ansar

PERJUANGAN KAUM ANSAR Kata ansar berasal dari bahasa arab, bentuk jamak dari kata an nasir artinya penolong. Kaum Ansar adalah orang-orang yastrib (madinah) yang telah memeluk agama Islam jauh sebelum Nabi saw hijrah ke Madinah.  Kaum Ansar itulah yang menolong Nabi saw dan umat Islam yang hijrah ke Madinah. Julukan kaum ansar merupakan suatu gelar kehormatan. Gelar kehormatan tersebut diberikan karena setelah mereka menyatakan diri masuk Islam, mereka berjanji akan melindungi dan memebantu Nabi Muhammad saw beserta pengikutnya. Mereka juga mengajak Nabi Muhammad saw untuk hijrah ke tempat mereka yakni Madinah. Nabi saw kemudian mempersaudarakan  kaum Muslimin Mekkah dengan kaum Muslimin Madinah. Keberadaan kaum ansar dalam barisan Islam membuka babak baru dalam dakwah Islam. Setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad saw lebih aman melakukan dakwah sehingga dari kota itulah sinar Islam memancar luas ke Jazirah Arab dan kemudian menembus benua-benua lain. Sebelum tahun...

Kisah Singkat Imam Al Ghazali

Keteguhan Hati Imam Al Ghazali Imam Al Ghazali lahir di kota Gazalah, Iran bagian utara. Ayahnya seorang pemintal benang tenun. Ayanhnya bercita-cita agar Imam Al Ghazali menjadi orang yang berilmu. Imam Al Ghazali sangat gemar menuntut ilmu. Ketika beranjak remaja, Imam Al Ghazali belajar kepada Ahmad bin Muhammad Razkafi. Ulama inilah yang telah mengajarkan Imam Al Ghazali tentang Al-Qur’an, hadis, dan fiqih. Imam Al Ghazali seorang murid yang cerdas. Imam Al Ghazali fasih membaca Al-Qur’an, banyak hafal hadis dan tahu banyak hukum Islam pada waktu singkat. Imam Al Ghazali melanjutkan pendidikannya ke kota Jurjan. Imam Al Ghazali belajar  di sekolah yang dipimpin oleh Abu Nasar Ismail, seorang ulama besar. Setelah tiga tahun belajar, Imam Al Ghazali kembali ke kotanya. Dalam perjalanan pulang, ia dihadang oleh segerombolan perampok. “Hai, kau! Serahkan hartamu!” hardik seorang perampok. “Aku tidak memiliki harta kecuali pakaian dan kitab-kitab ini. Ambillah semua ...

Memberi Pancing Bukan Memberi Ikan

Memberi Pancing Bukan Memberi Ikan Suatu hari, Nabi Muhammad SAW melihat seorang pengemis yang meminta sedekah. Nabi SAW bertanya pada pengemis itu, “Apakah engkau mempunyai sesuatu?” Pengemis itu menjawab, “Ya, saya mempunyai selembar permadani dan sebuah nampan.” Beliau berkata lagi, “Bawa keduanya ke sini!”. Beliau kemudian menawarkan barang itu kepada   para sahabatnya. “Siapa yang mau membeli barang ini?” Salah seorang sahabat menjawab, “Saya berani membelinya dengan lima dirham.” Beliau bertanya lagi, “Siapa yang berani membayar lebih?” Seorang yang lain menambah tawaran tersebut. Rasul mengedarkan pandangan dan masih bertanya kepada para sahabat. “Siapa yang membayar lebih dari itu?” Akhirnya harga barang yang dilelang itu mencapai lima belas dirham. Nabi memerintahkan kepada pengemis itu untuk membagi dua uang hasil dari lelang. Separuh untuk membeli kapak dan separuh untuk membeli makan keluarganya. Nabi Muhammad SAW berpesan kepada pengemis itu, “Pe...

Kisah Singkat Imam Syafi'i

Imam Syafi’I dan Kejujurannya Imam Syafi’I diutus oleh ibunya pergi ke Madinah untuk menuntut ilmu dari gurunya yang mulia dan utama. Saat itu, dia masih kecil untuk pergi ke Madinah. Sang ibu berpesan kepadanya untuk selalu jujur dalam segala keadaan, jangan sampai lisannya mengucapkan kata-kata dusta betapapun payahnya. Mam Syafi’I berangkat bersama khalifah dagang menju Madinah setelah diberi perbekalan dan uang yang jumlahnya 60 dinar oleh ibunya. Di tengah perjalanan, mereka dicegat sekawanan perampok. Mereka merampas harta dan perbekalan khalifah itu. Ketika Imam Syafi’I dihadapkan kepada kepala perampok, bertanyalah sang perampok kepadanya, “Hai anak kecil! Berapa uang yang kau bawa?” Imam Syafi’I menjawab, “Enam puluh dinar.” Mendengar jawaban Imam Syafi’I, tertwalah kepala perampok itu dan tertawa pula sekawanan perampok di sekitarnya. Kepala perampok itu berkata heran, “Apa masuk akal, hai anak kecil bahwa kamu membawa uang enam puluh dinar? Tinggalkan dia! Dia h...

Perjuangan Kaum Muhajirin

Perjuangan Kaum Muhajirin Siapakah kaum Muhajirin itu? Dan mengapa mereka sangat dikenal dalam dunia Islam? Mari kita baca kisah berikut. Kaum Muahjirin berarti orang-orang yang berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Namun, yang dimaksud di sini adalah orang-orang Mekkah yang telah memeluk Agama Islam kemudian hijrah (pindah) bersama Nabi Muhammad saw ke Madinah. Kepindahan umat Islam tersebut terjadi karena mereka mendapat tekanan dan siksaan dari kaum kafir Quraisy setelah mereka beriman kepada risalah Nabi Muhammad saw. Umat Islam Mekkah meninggalkan negeri dan harta benda mereka karena mengikuti Nabi Muhammad saw untuk hijrah ke Madinah. Mereka memulai hidup baru dan berjuang bersama Nabi Muhamad saw menegakkan agama Islam di tempat yang baru. Dalam sejarahnya, kaum muslimin pernah hijrah sebanyak dua kali. Hijrah yang pertama kali dilakukan oleh umat Islam adalah hijrah ke Abbessinia atau Habsyi (sekarang Negara Ethiopia). Hal tersebut terjadi karena para pengikut Na...