Kisah Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah

Orang Islam yang pertama kali mengumandangkan adzan dalam sejarah Islam adalah Bilal bin Rabah (581-664M). Pada awalnya dia adalah seorang budak yang berasal dari Abessinia (Ethiopia), keturunan Habsyi. Tubuhnya kekar dan kulitnya hitam legam, namun suaranya merdu. Majikannya bernama Umayyah bin Khalaf Jamhi al Quraisyi, seorang pemuda kaum musyrikin Mekah dan penentang dakwah Islam.

Ketika Bilal mendapat kabar datangnya seorang rasul yang diutus Allah SWT untuk memimpin umat manusia, Bilal merasa tertarik mengikuti dakwah itu dan akhirnya ia masuk Islam. Tindakannya ini membuat majikannya marah. Dia kemudian menyiksa Bilal dan memaksa Bilal agar kembali kepada kepercayaan jahiliah yakni menyembah berhala.

Siksaan berat yang diterima Bilal dari majikannya, Umayyah bin Khalaf, berupa dijemur di atas pasir panas di terik matahari, kemudian di atas perutnya diletakkan batu besar. Namun, siksaan itu tidak sedikit pun menggoyahkan kekuatan imannya. Bilal tetap berpegang teguh terhadap keyakinannya. Melihat siksaan yang diterima Bilal itu, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash Shiddiq merasa sangat iba. Dia kemudian datang kepada Umayyah dan membeli Bilal dari statusnya sebagai budak. Nabi Muhammad SAW merasa gembira atas tindakan Abu Bakar tersebut.

Sebagai penghormatan atas keteguhan hati Bilal dan kemerduan suaranya, Rasulullah SAW, menunjuknya sebagai muadzin setiap kali waktu salat akan tiba sehingga ia dijuluki Mu’adzin Rasulillah (juru azan Rasulullah). Bahkan, ia pernah mengusulkan untuk menambah kalimat As shalatu khairun minan naum (salat lebih baik dari tidur) pada saat azan Shubuh. Nabi SAW, menerima usulan tersebut. Bilal bertugas sebagai muadzin sampai Rasulullah SAW wafat (11H/632M)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Sang Kakek

Media Penyimpanan Data

Macam-Macam Sistem Operasi Komputer