Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Profil Beberapa Ulama Islam

IMAM ATH-THOBARI Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid. Beliau lahir di Thabaristan (sekarang masuk wilayah Iran). Imam Ath-Thobari lahir pada tahun 225 H. Ayahnya bernama Jarir bin Yazid. Sejak masih kecil, Imam Ath-Thobari memiliki bakat-bakat yang menakjubkan, antara lain: Di usia 7 tahun, beliau telah menghafal Al-Qur’an. Di usia 8 tahun, beliau mengimami masyarakaat sekitar dalam sholat berjamaah. Di usia 9 tahun, beliau mulai fokus untuk mempelajari hadis. Di usia 12 tahun, beliau berkeliling negeri untuk mnecari ilmu. Negeri itu antara lain Baghdad, Bashrah, Kuffah, Damaskus, Beirut, dan Mesir. Imam Ath-Thobari memiliki guru-guru besar di setiap bidang pada setiap negeri yang disinggahi. Guru-guru tersebut adalah: Di Baghdad, beliau belajar fiqh Madzhab Syafi’I kepada Al-Hasan Al Za’farani dan Abu Said al Ashthakhari. Beliau belajar ilmu qira’at kepada Ahmad bin Yusuf al Taghlibi. Di Bashrah, beliau belajar hadis kepada Abu Abdullah Al Shan’ani, At Tir...

Sejarah Ilmu Fiqh

SEJARAH ILMU FIQIH Pengertian Fiqh: menurut bahasa Fiqh berarti paham, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Thaha ayat 28-29, QS. Hud ayat 91, QS. Attaubah ayat 122, QS. AnNisa ayat 78. Sedangkan menurut pemahaman generasi awal Umat Islam (zaman sahabat dan thabi’in), Fiqh berarti: pemahaman yang mendalam terhadap Islam secara utuh. Dan sekarang Fiqh dipahami dengan: Ilmu hokum Islam yang mengatur pelaksanaan ibadah-ibadah ritual yang menguraikan tentang detail perilaku Muslim dan kaitannya dengan lima prinsip pokok yaitu wajib, sunnah, haram, makruh, mubah, serta membahas tentang hukum kemasyarakatan (muamalah). Sejarah Perkembangan Ilmu Fiqh: ·          Awalnya, sahabat Nabi belum membutuhkan piranti untuk mengatur kehidupan mereka. Mereka tinggal mengikuti Nabi SAW dari cara berwudhu, sholat, haji, puasa, dll. ·          Lalu, ketika wilayah Islam meluas, muncul persoalan-persoalan hoku...

Kisah Nabi Ayyub AS

KISAH NABI AYYUB AS Nabi Ayyub AS, adalah Nabi yang memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian. Bagaimanakah kisah Nabi Ayyub tersebut? Simaklah kisah berikut. Nabi Ayyub AS dianugerahi Allah kenikmatan duniawi yang berlimpah. Ia memiliki kekayaan yang tidak ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar dan rukun. Meski demikian, Nabi Ayyub AS tidak tamak akan kekayaan yang ia miliki dan tidak tegoyahkan imannya oleh kenikmatan dan kesenangan duniawi. Waktu siang dan malam ia senantiasa berada di dalam mihrabnya melakukan shalat,sujud dan tasyakur kepada Allah SWT atas segala pemberianNya. Mulutnya tidak pernah berhenti berdzikir menyebut asma Allah, bertasbih, bertahmid. Nabi Ayyub AS juga seorang yang penuh kasih saying terhadap sesama makhluk Allah yang lemah. Kepada yang kurang mampu ia selalu membantu, yang kelaparan ia beri makanan dan yang kurang pandai diajari, serta yang yang salah ia tegur. Iblis yang tidak senang melihat hamba ...

Asmaul Husna (Al Ghafur, Al 'Afuww, Ash Shabur, Al Halim)

ASMAUL HUSNA (AL GHAFUR, AL ‘AFUWW, ASH SHABUR, AL HALIM) Al-GHAFUR Apa yang kita lakukan jika terlanjur melakukan perbuatan dosa? Kepada siapakah kita memohon ampun jika berbuat dosa? Seorang raja, presiden ataukah penguasa belum tentu memberikan ampunan kepada rakyatnya yang melakukan kesalahan. Tetapi, Allah SWT Yang Maha Pengampun sudah pasti memberikan ampunan-Nya kepada hamba-hambaNya yang memohon karena Allah SWT memiliki sifat Al Ghafur yang artunya Allah Maha Pengampun. Ampunan Allah sangat luas. Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hambaNya untuk memohon. Allah SWT berfirman yang artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya selangit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Ali-‘Imran ayat 133) Allah telah menyatakan bahwa diri-Nya memiliki ampunan yang sangat luas. Allah SWT juga mempersilahkan hamba-hambaNya untuk memohon ampun hanya kepada-Nya. Sebagai contoh ampunan Allah sanga...