Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Sumayyah binti Khayyath

Sumayyah binti Khayyath Syahidah Islam yang Pertama Sumayyah binti Khayyath adalah seorang hamba sahaya milik Abu Hudzaifah bin Al Mughirah. Oleh sang majikan, Sumayyah dinikahkan dengan seorang pria yang berasal dari Yaman. Orang tersebut bernama Yasir bin ‘Amir. Dari pernikahan tersebut, Sumayyah dikaruniai anak yang bernama ‘Ammar bin Yasir. Dari sang anak tersebut, pasangan Yasir dan Sumayyah memeluk Islam. Keislaman Sumayyah dan keluarga awalnya ditutup-tutupi, namun akhirnya tercium juga oleh Abu Hudzaifah, sang majikan. Saat memeluk Islam, Sumayyah dan keluarga mendapat banyak rintangan dan cobaan. Hal ini diperparah lagi lagi dengan status keluarga Sumayyah yang bukan dari kalangan bangsawan Quraisy. Akibatnya, perlakuan yang diterima Sumayyah dan kelurganya sangat kejam bahkan melampaui batas kemanusiaan. Setiap hari Sumayyah dan keluarganya digelandang sang majikan dan orang kafir Quraisy ke padang pasir yang sangat panas untuk disiksa. Orang kafir memaksa Sumayyah ...

Profil Singkat Ibnu Sina

IBNU SINA Ibnu Sina lahir di Afsyanah, Bukhara. Ayahnya adalah seorang gubernur pada masa Dinasti Samaniah. Ibnu Sina mulai belajar ketika berusia 5 tahun, yakni menghafal al Qur’an. Ketika nerusia 10 tahun, Ibnu   Sina sudah menguasai tasawuf, fiqih, tafsir dan usuluddin. Ketika berusia 16 tahun, Ibnu Sina menekuni filsafat, hukum, logika, matematika, fisika, politik, dan kedokteran. Kecerdasannya mulai tampak ketika ia dapat memecahkan soal yang tidak dapat dijawab oleh gurunya. Pada saat itu pula, ia mulai belajar autodidak. Ia sangat menyukai ilmu kedokteran dan metafisika. Dalam waktu 1,5 tahun, ia telah dikenal sebagai filsuf dan dokter di Bukhara. Ia mulai praktik dokter ketika berusia 15 tahun. Ia mengobati Nuh bin Mansur, penguasa dinasti Samaniah hingga sembuh. Sejak saat itu ia diangkat sebagai dokter istana. Karena keahliannya, ia dijuluki Asy Syaikh Ar Rais (guru para raja). Di bidang dokter, ia dijuluki “pangeran para dokter” dan “raja obat”. Dalam dunia Islam ...

Kisah Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah Orang Islam yang pertama kali mengumandangkan adzan dalam sejarah Islam adalah Bilal bin Rabah (581-664M). Pada awalnya dia adalah seorang budak yang berasal dari Abessinia (Ethiopia), keturunan Habsyi. Tubuhnya kekar dan kulitnya hitam legam, namun suaranya merdu. Majikannya bernama Umayyah bin Khalaf Jamhi al Quraisyi, seorang pemuda kaum musyrikin Mekah dan penentang dakwah Islam. Ketika Bilal mendapat kabar datangnya seorang rasul yang diutus Allah SWT untuk memimpin umat manusia, Bilal merasa tertarik mengikuti dakwah itu dan akhirnya ia masuk Islam. Tindakannya ini membuat majikannya marah. Dia kemudian menyiksa Bilal dan memaksa Bilal agar kembali kepada kepercayaan jahiliah yakni menyembah berhala. Siksaan berat yang diterima Bilal dari majikannya, Umayyah bin Khalaf, berupa dijemur di atas pasir panas di terik matahari, kemudian di atas perutnya diletakkan batu besar. Namun, siksaan itu tidak sedikit pun menggoyahkan kekuatan imannya. Bilal tetap berpeg...

Nabi Sulaiman dan Para Ikan

Nabi Sulaiman dan Para Ikan Suatu hari Nabi Sulaiman pernah meminta kepada Allah SWT, “Ya Allah, izinkanlah aku memberi makan seluruh makhlukMu untuk sehari ini saja.” Allah SWT kemudian berfirman, “Hai Sulaiman, tidak usah seluruh makhlukKU, cobalah kau beri makan kepada salah satu jenis makhlukKu saja, yakni seluruh ikan dalam satu jenis.” Nebi Sulaiman pun memberi makan seluruh ikandalam satu jenis tersebut. Ketika Nabi Sulaiman memberi makan kepada ikan-ikan, seluruh persediaan makanan Nabi Sulaiman habis saat itu juga. Bahkan, ikan jenis itu masih banyak yang belum mendapatkan makanan dari Nabi Sulaiman. Seketika itu juga, Nabi Sulaiman sujud kepada Allah SWT, seraya berkata, “Ya Allah, Engkau mahakaya dan tak ada yang dapat menyaingi kekayaanMu” Nabi Sulaiman sebagai manusia yang terkaya di dunia saja, tak sanggup memberi makan kepada ikan walaupun dalam satu jenis saja. Subhanallah, Allah SWT memang mahakaya.